Rabu, 19 Mei 2010

Salam Bernilai Sama Dengan Salawat

Salam Bernilai Sama Dengan Salawat


Hakikat Salawat. Salam Bernilai Sama Dengan Salawat. Sebagamana halnya dengan salawat, salam dinilai sama dengan salawat karena dalam ayat Al-Quran tentang salawat pada surat al-Ahzab ayar 56 yang berbunyi " Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk nabi, Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya "

Dari ayat tersebut terlihat bahwa, perintah bersalawat dan salam disampaikan secara bersamaan dan myrazano belum menemukan ada dalil lain yang membedakan antara salawat dan salam yang berasal dari Al-Quran dan hadist Nabi saw selain dari perbedaan penafsiran hukum para ulama tentang salawat dan salam.

Merujuk kepada surat al-Ahzab ayat 56 tersebut, Allah dengan tegas telah menyatakan bahwa salawat dan salam merupakan perintah wajib untuk orang-orang yang beriman. Dan Al-Quran sebagaimana yang diimani dan diyakini oleh seluruh orang-orang yang beriman merupakan sumber hukum pertama dan utama dalam struktur hukum islam.


Sesunggunnya perbedaan antara salawat dan salam pada hakikatnya adalah pada tujuan dari salawat dan salam itu serta siapa yang bersalawat dan siapa yang menyampaikan salam. Salawat bersifat khusus yang hanya dilakukan oleh Allah swt dan para malaikat-Nya untuk Rasulullah Muhammad saw bukan kepada makhluk selain beliau sebagai bentuk penghormatan.

Manusia tidak berhak untuk menyampaikan salawat kepada Rasulullah karena kapasitas manusia selain Rasulullah Muhammad saw semuanya berada dibawah keagungan Rasulullah saw. Salawat tidak bisa disampaikan oleh makhluk yang lebih rendah atau sama tingkatannya kepada yang lebih tinggi atau sama derajat kemuliaannya.

Karena itu hanya Allah yang berhak untuk menyampaikan salawat kepada Nabi saw Sebagai catatan, perlu disampaikan bahwa para malaikat yang bersalawat kepada nabi saw pada ayat salawat tersebut bukan mengisyaratkan bahwa kedudukan malaikat lebih tinggi dari nabi saw tetapi, sebuah penghargaan, yang diberikan Allah kepada para malaikat-Nya ( baca : Hakikat Salawat Malaikat ).

Kemuliaan Nabi saw berada diatas kemuliaan para malaikat. Bahkan ada sebagian ulama berpendapat bahwa kedudukan malaikat disisi Allah berada dibawah kedudukan para wali dan aulia serta orang-orang saleh yang dicintai Allah, kecuali para malikat khusus seperti malikat Jibril, Mikail, Malik, Ridwan dll, sedangkan kedudukan para wali Allah, Aulia dan orang-orang saleh adalah sebagai penerus dari risalah yang telah disampaikan oleh Rasulullah Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir.

Karena salawat adalah hak Allah, maka kepada manusia yang beriman hanya diperintahkan untuk menyampaikan salam kesejahteraan kepada Nabi saw. Kata salawat yang selama ini kita kenal pada hakikatnya adalah Do'a yang disampaikan kepada Allah untuk nabi saw yaitu " Berikanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad ". Selain itu salawat hanya dikhususkan untuk Nabi Muhammad saw, selain kepada beliau hanya disampaikan salam, sehingga salawat bersifat khsusus untuk nabi saw dan salam berlaku secara umum untuk manusia.

Hal ini sesuai dengan pendapat Ibnu Abbas mengatakan bahwa, beliau tidak mengetahui ada salawat dari seseorang kepada orang lain selain kepada Nabi saw yang kemudian dibalas oleh Nabi untuk kaum muslimin dan muslimat berupa istighfar. Menurut suatu riwayat, Rasulullah pernah bersabda bahwa , " Salawat yang disampaikan kepada orang lain selain diriku adalah tidak sah … " dan ats-Tsauri mengatakan bahwa, bersalawat kepada selain Nabi saw hukumnya makruh. Pendapat ini sama dengan pendapat Al-Baihaqi dan Abdur Razzaq. Riwayat lain menyatakan bahwa, Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra pernah dalam satu surat untuk para gubernurnya menyampaikan begini " …. Saat kau terima suratku ini, perintahkan agar mereka bersalawat kepada Rasulullah saw, secara khusus, dan berdo'a untuk kaum muslimin secara umum dan berdo'alah sesuka hati setelah melakukan dua hal itu … "

Imam Al-Gazali mengatakan bahwa untuk setiap do'a yang disampaikan kepada Allah, tidak akan diterima apabila tidak didahului dengan salawat kepada Rasulullah saw. Sehingga Salawat dan Salam kesejahteraan kepada Nabi Muhammad saw pada awal do'a atau pembukaan do'a merupakan salah satu syarat untuk dikabulkannya do'a oleh Allah swt. [ Kajian Salawat dan Zikir ]

0 comments:

Posting Komentar

 

Ka'bah Night | powered by Blogger | created from Minima retouched by ics - id